pagi itu
sepenuh keyakinan digalinya tanah itu disitu
daun daun kering, sampah dan humus kau ataskan
seakan tersaji tuk pohon dan kehidupan sekitar
burung-burung dan serangga hinggap mengais berharap makanan
tanah liat kau ataskan
burung dan seranggapun pergi
merah lalu putih abu-abu
membukitinya
dalamnya jadi dua kali turunnya
gelap dan basah
berharap peluh kan bertukar impian
lalu kerikil dan pasir berhamburan ke atas
sesekali tulang-tulang binatang dan kayu-kayu masa lalu
ritme hamburan berhenti
kiranya sudah sampai lapisan batu hitam
dengan sisa matahari
dikorek-koreknya dinding berharap pantulan kemilau
hatinya menciut lalu berbisik pada tanah di genggamannya
sekerlip belingpun aku mau tuk bakar semangat
o penggali bodoh
matahari sebentar lagi habis
sedang bulan belum musimnya
tangga tuk naikpun kau lupa
(16juli'09)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar