Selasa, 17 November 2009

penggali intan

pagi itu
sepenuh keyakinan digalinya tanah itu disitu
daun daun kering, sampah dan humus kau ataskan
seakan tersaji tuk pohon dan kehidupan sekitar
burung-burung dan serangga hinggap mengais berharap makanan

tanah liat kau ataskan
burung dan seranggapun pergi
merah lalu putih abu-abu
membukitinya

dalamnya jadi dua kali turunnya
gelap dan basah
berharap peluh kan bertukar impian

lalu kerikil dan pasir berhamburan ke atas
sesekali tulang-tulang binatang dan kayu-kayu masa lalu

ritme hamburan berhenti
kiranya sudah sampai lapisan batu hitam

dengan sisa matahari
dikorek-koreknya dinding berharap pantulan kemilau
hatinya menciut lalu berbisik pada tanah di genggamannya
sekerlip belingpun aku mau tuk bakar semangat

o penggali bodoh
matahari sebentar lagi habis
sedang bulan belum musimnya
tangga tuk naikpun kau lupa

(16juli'09)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar