Selasa, 17 November 2009

pucang hampir tiba

rukun tetangga se indonesia sedang rapat dalam bulan ini
berdebat soal kerupuk, karung goni, klompen, botol dan paku-paku
rapatkan diri satukan hati
sambut lebaran nusantara

pucang!
usul satu orang keras bersemangat
yang lain diam
ada membayangkan dan menghitung
dan sebagian memegangi pantatnya
membatin tebal tipis dompet

pucang?
moderator butuh tanggapan
yang lain diam terpikir pohon dan oli
sebagian tertawa lihat si papa kan buruk rupa

pucang!
moderator memastikan putusan
yang lain diam menunggu
kalimat sang pahlawan nan dermawan

sang tetua perlahan berkata
tentang nilai-nilai dan semangat
berkobar bergetar berapi
meledak buyarkan bayangan gelantungan doorprize

hidangkan pengorbanan jiwa raga
merah adalah darah putih juga darah
bendera adalah darah
sementara baru kemarin tsunami dan kebinasaan yang remeh-remeh masih terngiang
termasuk nenek-nenek mati terinjak sekilo beras

aku yang duduk di pojok terlempar dalam keruwetan
mencoba semampuku menempatkan diri
membuka seingatku buku yang kubaca
selalu gagal karena otakku yang dimakan kutu

pucang
tlah hanyut di kali bercampur sampah
membusuk hancur di muara
berakhir dengan teriakan sumpah serapah pemancing
yang kailnya tersangkut

(12 juli'09)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar