perasaan aku begitu nongkrong tinggi sekali
saat tadi ku salip orang memikul kayu bakar
masih terngiang lenguh napasnya
ya Allah aku masih bisa buat puisi
saat berhenti di pintu kereta
sepatu mahalku tersingkap ujung celana
paha menahan tangki motor mahalku
seorang ibu berhenti di sebelah kiri
menahan gunungan kangkung
anak sekolah yang menahan sepeda jengki karatan
jauh di sebelah kananku seperti takut menyentuhku
ya Allah aku masih bisa buat puisi
saat kereta berjubel penumpang melintas
bayi menangis mulutnya menganga di jendela
dan sederet pengamen dengan gitar putus senar
ya Allah aku masih bisa buat puisi
saat menyalib sana sini
sepenuh emosi nabrak kan kubeli
caci maki kan kubeli
ya Allah aku masih bisa buat puisi
saat terbangun dari mimpi
karena suara sepeda jengki karatan
adikku pulang sekolah.
ayahku pulang dari menjual kayu
ibuku pulang dari becek pasar kangkung
mereka tersenyum megelus dahiku
memeluk tubuh demam typusku
menyodorkan majalah gambar moge obsesiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar