ekormu panjang menjuntai di kepala
berjalan menggoyang kuping
pipimu tertawa
bibirmu berduri durian
runtuhkan nyali
menelusup seluruh lorong-lorong gelap
membongkar-bongkar simpanan
hati tak tertata
temukan kunci yang lama kubuang
pintu usang
melobangi dinding dimensi
mengulum kabel listrik
beranak di tumpukan sampah politik
merobek celana dalam
tlah merasuk di aliran darah
menyumbat oksigen
napas sesak, pucat
kucari anakmu
ku telan tuk jadikan obat
(10juli'09)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar