Selasa, 17 November 2009

kepik pengantinku beterbangan di langit seperti bintang-bintang

seperti jaman dahulu
jalan desa melewati sawah panjang berkilo-kilo
setiap langkah dan waktu bertemu dengan perbedaan

pagi kujumpai kerbau dituntun ke sawah
masih dingin dan bau rumput basah
sesekali melenguh menyapa ayam jantan
sepenuh niat petani kan panen nanti

lima ratus langkah,
kulihat bunga terompet ungu dengan kepik warna warni di daun-daunnya
kusempatkan menikmati terbayang permata di pengantinku nanti

seribu langkah,
kupu-kupu kecil bertebaran di rumput-rumput
seperti pasrah setepat kaki menginjak tapi lalu melesat jauh

seribu lima ratus langkah,
lewat gerobag sapi dengan bunyi-bunyi
dari belakang terlihat bergoyang
kelebihan muatan

dua ribu langkah,
burung murai ramai berkicau
damaikan hati, hilangkan letih

dua ribu lima ratus langkah,
kujumpa penjual dawet
aku berteduh di bawah pohon mahoni
matahari tepat di atas kepala

kunikmati manisnya dawet
bunga maoni jatuh bagai baling-baling
tepat di jari kaki kiriku

terbayang pahit rasanya
kuambil dan kulempar tinggi-tinggi
berharap lama jatuhnya
karena indah bila berputar-putar

kutambah satu mangkok lagi
lalu dua orang singgah
duduk di sisiku sapa ramah ala desa

aku bercerita tentang:
indahnya kepik warna warni
bisa terbang tinggi seperti emas permata berkilauan
hinggap di daun-daun bunga terompet ungu
kupu-kupu kecil bertebaran di rerumputan
bagai hiasan rambut pengantin

dua orang itu menanggapi tanpa kata
satu membuka genggaman merambat kepik warna-warni
satunya membuka wadah sayap kupu berkedip menyapaku
aku terdiam malu
mereka lalu berlalu

aku pamit pada penjual dawet itu
berjalan kembali mencari kepik warna warni dan kupu-kupu kecil
tak kuhitung langkah lagi

sampai di rerumputan kupu-kupu menjelma senja
lalu aku terlentang keletihan di samping bunga terompet ungu
bermandikan cahaya purnama
kepik pengantinku beterbangan dilangit seperti bintang-bintang

sementara bunga maoni berputar-putar di angkasa
tepat di mulutku yang menganga

(1agust'09)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar